Manusia Makhluq yang Suka Lupa
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Ketika si A masih belum berharta, ia sering berkata,”Seandainya nanti saya kaya, maka saya akan gemar bersedekah”. Ternyata, setelah ia benar-benar menjadi kaya, ia enggan untuk bersedekah, tidak sebagaimana tekadnya ketika hartanya masih sedikit.
Ketika si B menjadi maba di sebuah kampus dan harus menjalani perpeloncoan yang bergaya feodal, maka beberapa tahun ketika ia telah meraih posisi kepanitiaan acara yang sama, ternyata ia pun mengulangi perpeloncoan bergaya feodal yang dahulu ditentangnya habis-habisan.
Kita Mau Menjadi Siapa?
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Ketika dakwah ini semakin meluas, maka spektrum barisan dakwah pun menjadi semakin luas dan beragam. Jika dengan jumlah kecil barangkali kita masih cenderung homogen, maka ketika sudah besar homogenitas itupun sulit dipertahankan. Mau homogen terus, ya tidak pernah besar, atau minimal tidak segera besar.
Dahulu, musik kita adalah nasyid-nasyid yang “kering (dari instrumentalia)” tapi “basah dengan ruh perjuangan Islam”. Namun ketika dakwah sudah semakin meluas, maka musik-musik kita pun semakin “ramai” dan semakin melenakan. Lirik-lirik lagunya pun tidak lagi hanya bertemakan perjuangan, tetapi juga mulai merambah tema-tema populer.
Kepribadian Seorang Muslimah Shalihah
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Bagaimanalah gambaran pribadi seorang muslimah yang benar-benar shalihah? Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi telah menuliskan beberapa sifat, karakter dan kepribadian seorang muslimah yang shalihah secara utuh, sebagaimana yang diajarkan oleh Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tidak hanya shalihah kepada Rabb-nya, akan tetapi juga shalihah di tengah-tengah keluarganya, rumah tangganya dan masyarakatnya. Berikut ini ringkasan dari apa yang beliau tulis.
Jilbab Lebarku Semakin Berkibar
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Ketika dahulu jilbab lebar itu senantiasa berhiaskan keshalihan dan militansi, maka kita barangkali tidak lagi menemui hal yang sama ketika jumlah muslimah yang berjilbab lebar itu semakin banyak. Ketika jilbab lebar itu telah menjadi sebuah tren atau mode, maka barangkali akan ada saja seorang muslimah yang mengenakan jilbab lebar dengan alasan lebih modis dan lebih nge-tren. Apakah kita menentang jilbab sebagai tren atau mode? Tidak!
Justru itulah yang kita harapkan. Kita senantiasa berharap bahwa jilbab itu akan menjadi tradisi masyarakat muslim, karena tradisi itu mempunyai kekuatan moral yang kuat. Ketika seseorang melanggar sebuah tradisi masyarakatnya, maka masyarakat akan memberikan hukuman moral kepadanya. Ketika jilbab telah menjadi tradisi maka seorang muslimah akan merasa malu jika ia tidak mengenakan jilbab. Sebaliknya, jika jilbab belum mentradisi, bahkan masih menjadi sesuatu yang aneh, maka masyarakat akan bersikap heran bahkan sinis terhadap mereka yang mengenakannya. Pada saat itu, berjilbab menjadi sebuah hal yang sulit kecuali bagi yang memiliki pendirian sekokoh batu karang.
Istikhlaful Insan
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
I.Fungsi Kekhalifahan Manusia
Khalifah dari segi bahasa berarti pengganti dari sesuatu yang telah tiada atau telah berlalu. Dalam pengertian inilah lafazh khalifah digunakan dalam Al-Qur’an. Manusia merupakan khalifah di muka bumi karena mereka saling menggantikan secara silih berganti dalam hidup dan berkuasa di bumi, dari waktu ke waktu. Lihat QS Al-Baqarah:30, QS Al-An’aam:133, QS Al-An’aam:165, QS Faathir:39, QS Al-Naml:62, QS Al-Nuur:55, QS Huud:57, QS Al-A’raaf:129. Dengan memberikan kekhalifahan kepada manusia, Allah hendak menguji dan melihat bagaimana mereka beramal (QS Al-A’raaf:129, QS Yunus:14, QS Al-An’aam:165).
Secara khusus, kekhalifahan dipikulkan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih (QS Al-Nuur:55), sebab hanya mereka itulah yang bisa memakmurkan bumi. Mereka yang sebetulnya tidak layak memegang kekhalifahan ialah yang suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah diatas muka bumi. Akan tetapi, Allah berkehendak untuk mempergilirkan kekuasaan di muka bumi ini atas siapa saja yang Ia kehendaki. Namun ketika kekhalifahan dijalankan dengan melakukan kedurhakaan kepada Allah dan berbagai kezhaliman, maka Allah akan menghancurkannya dan menggantinya dengan kekhalifahan baru (QS Al-A’raaf:129, QS Yunus:14, QS Yunus:73).
Halaman 55 dari 69