Amalan-amalan Utama di Bulan Ramadhan
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan, amalan sunnah diganjar seperti amalan wajib sedangkan amalan wajib diganjar berlipat-lipat. Ia adalah bulan terbaik diantara seluruh bulan dalam setahun. Nah, untuk mengoptimalkan amal ibadah kita selama bulan Ramadhan, kiranya kita perlu tahu amalan-amalan yang paling utama untuk dilakukan selama bulan yang penuh keutamaan tersebut. Tentunya semua amal ibadah dan amal kebajikan baik untuk dilakukan selama bulan Ramadhan (bahkan juga di bulan-bulan yang lainnya). Akan tetapi ada amalan-amalan yang lebih utama untuk dilakukan dan diprioritaskan selama bulan Ramadhan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Berpuasa di siang hari Ramadhan
Tiada amalan yang lebih utama untuk dilakukan pada siang hari Ramadhan melebihi puasa. Bukan hanya ini amalan yang paling utama, namun juga ia wajib dilakukan, tentu saja terkecuali bagi yang berhalangan atau tidak mampu sesuai dengan ketentuan yang dijelaskan dalam fiqih. Karena itulah bulan Ramadhan disebut sebagai Syahr al-Shiyam. Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan mengharapkan balasan dari Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Memikirkan Ayat-ayat Allah
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Tak sedikit orang yang belum menyadari perbedaan antara "menafsirkan" Al-Qur'an dan "membacakan tafsir" Al-Qur'an. Jika Fulan menerangkan sebagian dari isi kitab Tafsir Ibnu Katsir, maka sejatinya dia tidak sedang menafsirkan Al-Qur'an. Dia hanya sekadar membacakan tafsir yang ditulis oleh Ibnu Katsir. Semisal dengan ini adalah perbedaan antara "menetapkan hukum fiqih" dan "menyampaikan hukum-hukum fiqih yang telah ditetapkan oleh para mujtahid".Membaca Ayat-ayat Allah
- Ditulis oleh Abdur Rosyid
Kita, di dunia ini, tidak pernah bisa melihat Allah. Lalu bagaimana kita bisa mengetahui bahwa Allah memang ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya? Dan bagaimana kita bisa mengenal-Nya?
Memang, Allah telah menetapkan bahwa kita tidak akan bisa melihat-Nya di dunia ini, namun Allah telah menampakkan kepada kita ayat-ayat-Nya. Kemudian, Allah telah menganugerahkan kepada kita akal pikiran dan hati agar kita bisa memahami ayat-ayat-Nya.
Allah telah menyediakan untuk kita dua jenis ayat. Yang pertama, ayat qauliyah, yaitu ayat-ayat yang Allah firmankan dalam kitab-kitab-Nya. Al-Qur’an adalah ayat qauliyah. Yang kedua, ayat kauniyah, yaitu ayat-ayat dalam bentuk segala ciptaan Allah berupa alam semesta dan semua yang ada didalamnya. Ayat-ayat ini meliputi segala macam ciptaan Allah, baik itu yang kecil (mikrokosmos) ataupun yang besar (makrokosmos). Bahkan diri kita baik secara fisik maupun psikis juga merupakan ayat kauniyah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam QS Fushshilat ayat 53:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) kami di segala penjuru bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?”
Tiga Tahapan Bayi Dalam Rahim
- Ditulis oleh www.keajaibanalquran.com
Dalam Al Qur'an dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (Al Qur'an, 39:6)
Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda. Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar. Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." (Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Pembungkusan Tulang oleh Otot
- Ditulis oleh www.keajaibanalquran.com
Sisi penting lain tentang informasi yang disebutkan dalam ayat-ayat Al Qur'an adalah tahap-tahap pembentukan manusia dalam rahim ibu. Disebutkan dalam ayat tersebut bahwa dalam rahim ibu, mulanya tulang-tulang terbentuk, dan selanjutnya terbentuklah otot yang membungkus tulang-tulang ini.
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik" (Al Qur'an, 23:14)
Embriologi adalah cabang ilmu yang mempelajari perkembangan embrio dalam rahim ibu. Hingga akhir-akhir ini, para ahli embriologi beranggapan bahwa tulang dan otot dalam embrio terbentuk secara bersamaan. Karenanya, sejak lama banyak orang yang menyatakan bahwa ayat ini bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Namun, penelitian canggih dengan mikroskop yang dilakukan dengan menggunakan perkembangan teknologi baru telah mengungkap bahwa pernyataan Al Qur'an adalah benar kata demi katanya.
Halaman 31 dari 69