DIMANAKAH BULAN PADA SIANG HARI?
Mari kita bayangkan, bulan mengelilingi bumi sebulan sekali, bumi berputar pada porosnya 24 jam sekali, bumi mengelilingi matahari sekitar 365 hari sekali. Terbayang, kecepatan angular (Omega) bumi pada porosnya adalah yg paling cepat.
Matahari terbit di timur karena rotasi bumi pada porosnya berlawanan dengan arah jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Serupa itu, bulan terbit di timur karena rotasi bumi yg berlawanan arah jarum jam tersebut. Kita melihat matahari dan bulan bergerak dari timur ke barat sebetulnya adalah karena rotasi bumi pada porosnya, namun kita gak merasa berputar karena kita yang melihat. Persis kayak kita kalau lagi naik mobil; melihat pohon2 dan tiang2 listrik berjalan 😃
Meski pada kenyataannya, matahari dan bulan tidak persis terbit di timur dan barat, tergantung lokasi kita di bumi.
Kita biasanya melihat bulan pada malam hari, dengan berbagai fasenya yang berbeda sepanjang bulan. Perbedaan fase ini juga akibat rotasi bumi pada porosnya. Lalu dimana bulan pada siang hari? Ya tetap di orbitnya, tidak kemana-mana. Tapi kenapa kita tidak melihatnya?

Sebetulnya, tidak benar juga jika dibilang kita gak lihat bulan pada siang hari, karena kita juga lumayan sering lihat bulan pada siang hari, terutama pada pagi atau sore hari. Tapi sangat jarang di tengah hari. Kenapa? Karena pada pagi atau sore, bulan lebih terang daripada atmosfer. Di tengah hari, atmosfer sangat terang karena partikel2nya memantulkan sinar matahari yang sangat terang di tengah hari.
Namun tidak selamanya kita bisa melihat bulan di siang hari, tergantung beberapa faktor, antara lain:
1. Apakah posisi bulan ada dalam horizon pandangan kita. Jika tidak, maka tidak akan bisa dilihat. Semakin tinggi posisi bulan diatas horizon, makin mudah dilihat.
2. Kondisi cuaca/langit. Jika langit/atmosfer lebih terang daripada bulan, maka bulan sulit dilihat. Demikian pula, jika ada mendung atau debu diatas langit, maka bulan (bahkan matahari juga) akan sulit dilihat.
3. Fase bulan. Ketika bulan sedang fase new moon, maka tidak akan bisa terlihat karena yang menghadap ke kita adalah sisi gelapnya. Makin mendekati full moon, makin gampang dilihat.

BULAN YANG TERLIHAT: Pada tanggal yang sama, semua orang di bumi melihat bulan pada posisi yg hampir sama. Ini karena kecepatang angular rotasi bumi pada porosnya yg jauh lebih tinggi daripada kecepatan angular revolusi bulan mengelilingi bumi. Dengan demikian, penampakan bulan (jika terlihat) pada tanggal yg sama secara umum mirip bagi semua orang di muka bumi.
Namun, tidak berarti betul2 sama atau persis, karena penampakan bulan juga tergantung lokasi dimana seseorang berada.

KENAPA RU'YATUL HILAL DILAKUKAN MENJELANG MAGHRIB?
Dari yg bisa saya pahami, alasannya adalah:
1. Karena awal hari/tanggal dalam penanggalan Arab adalah saat terbenamnya matahari (waktu maghrib).
2. Karena kondisi langit menjelang maghrib biasanya kondusif untuk bisa melihat bulan, yakni langit sudah tidak terlalu terang. Bulan kemungkinan besar sudah lebih terang daripada langit.
Lalu, kenapa nggak melihat waktu malam saja, kan pasti lebih jelas? Yah, kan kalau malam2 entar telat. Padahal sudah harus sholat tarawih, takbiran, atau melakukan ibadah2 lainnya segera setelah malam mulai.

KENAPA HILAL SULIT DILIHAT: Karena yang mau dilihat adalah bulan yang menjelang, persis, atau sedikit melewati new moon, maka tidak mudah untuk melakukannya. Tergantung pada:
1. Umur bulan. New moon jelas tidak bisa dilihat. Kalau sudah melewati new moon dan menjadi "thin moon", maka sdh memungkinkan untuk dilihat. Umur bulan ini proporsional dengan besarnya sudut "angular separation" (disebut juga "elongation"), yaitu berapa derajat bulan melewati posisi konjungsi.
2. Ketinggian bulan diatas horizon (ufuk). Yang pasti, agar bulan bisa dilihat, ia harus berada diatas horizon. Jika berada di sisi lain bumi, sudah pasti tidak bisa dilihat. Jika ketinggian bulan diatas horizon terlalu rendah, bulan bisa jadi tidak bisa atau sulit terlihat karena bulan kalah terang dengan cahaya mega (syafaq, sun glare). Semakin tinggi derajatnya diatas horizon, makin mudah dilihat.
3. Lokasi di bumi. Karena penampakan bulan di lokasi yg berbeda tidak persis sama, meskipun secara umum sama.
4. Keadaan cuaca/langit. Jika langit mendung atau berdebu, tentunya bulan sulit terlihat.
5. Cara melihat. Tentunya melihat dengan teropong (teleskop) yang canggih akan lebih mudah daripada melihat dengan mata telanjang. Di zaman sekarang, hampir sdh tidak ada yg melakukan ru'yatul hilal dengan mata telanjang.