Kali ini saya coba membuat alur bagaimana saya bisa menghitung posisi bulan pada waktu maghrib di hari konjungsi 😃

1. Jarak bumi ke matahari diketahui (meskipun tidak konstan sesuai posisi bumi di garis edarnya). Garis edar (orbit) bumi mengelilingi matahari diketahui. Kecepatan revolusi bumi mengelilingi matahari (orbital speed) diketahui. Perlu diingat bahwa kecepatan bumi selama melakukan revolusi tidak konstan karena jarak ke matahari selama revolusi tidak konstan, yang mengakibatkan gravitasi antara bumi dan matahari juga tidak konstan.

2. Jarak bulan ke bumi diketahui (meskipun tidak konstan sesuai posisi bulan di garis edarnya). Garis edar bulan mengelilingi bumi diketahui. Kecepatan bulan mengelilingi bumi (reratanya adalah sidereal month) diketahui.

3. Perbedaan sudut yang dibuat oleh bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika diketahui.

4. Kita bisa hitung kapan saja terjadinya konjungsi (new moon) setiap bulan dalam setahun. Seperti yg sdh saya bahas sebelumnya, periode antar new moon (synodical month) setiap bulannya berbeda-beda, tidak persis sama. Kalau mau terima jadi, kita bisa dapatkan waktu terjadinya konjungsi setiap bulannya dari agensi2 astronomi.

5. Setelah tahu kapan terjadinya konjungsi, kita bisa tahu "angular separation (elongation)" dan "umur bulan" pada waktu maghrib di hari konjungsi.

6. Lihat kapan waktu terbenamnya matahari (waktu maghrib) pada hari konjungsi. Jika konjungsi terjadi sebelum maghrib maka besok bulan baru, namun jika konjungsi terjadi setelah maghrib maka besok adalah hari penggenap bulan berjalan.

7. Kita tahu dimana posisi bulan pada garis edarnya ketika konjungsi. Serupa itu kita juga dengan mudah bisa mengetahui posisi bulan pada garis edarnya pada waktu maghrib pada hari konjungsi. Dari suatu tempat di bumi, vektor posisi bulan dari tempat tersebut bisa diketahui. Dengan referensi horizon di tempat tersebut, kita tahu berapa ketinggian bulan (hilal) pada waktu maghrib diatas ufuk (dalam derajat) dilihat dari tempat tersebut.