Cetak

QS Al-Baqarah merupakan surat madaniyah dan surat terpanjang dalam Al-Qur'an.

Munasabah QS Al-Baqarah dengan surat sebelumnnya

Diantara munasabah antara QS Al-Fatihah dan QS Al-Baqarah adalah mengenai petunjuk. Dalam QS Al-Fatihah, kita berdoa kepada Allah:

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

"(Ya Allah) Berilah kami petunjuk kepada jalan yang lurus".

Maka apakah petunjuk kepada jalan yang lurus itu? Allah menjelaskan dalam QS Al-Baqarah bahwa petunjuk itu tidak lain adalah Al-Qur'an, yang merupakan petunjuk bagi manusia secara umum dan bagi orang-orang yang bertawa secara khusus:

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS Al-Baqarah: 2)

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ

"Bulan Ramadhan, yang diturunkan Al-Qur'an didalam bulan tersebut, sebagai petunjuk bagi manusia." (QS Al-Baqarah: 185)

 

Kandungan QS Al-Baqarah

Said Hawa dalam Al-Asas fi Al-Tafsir membagi QS Al-Baqarah menjadi beberapa bagian sebagai berikut:

  1. Pembukaan: ayat 1 - 20. Bagian pembukaan ini membagi manusia menjadi tiga macam: orang-orang yang bertaqwa, orang-orang kafir, dan orang-orang munafiq, berikut ciri-ciri mereka.
  2. Bagian pertama: ayat 21 - 167
  3. Bagian kedua: ayat 168 - 207
  4. Bagian ketiga: ayat 208 - 284
  5. Penutup: ayat 285 - 286

 

Pembukaan

Ayat 1 -5 berbicara mengenai orang-orang yang bertaqwa.

Ayat 6 - 7 berbicara mengenai orang-orang kafir.

Ayat 8 - 20 berbicara mengenai orang-orang munafiq. Segmen ini bisa dibagi lagi menjadi beberapa topik:

Bagian pembukaan ini diakhiri dengan segmen "wa minan naas" (ayat 8) yang menerangkan bahwa sebagian manusia adalah orang-orang munafiq.

 

Bagian pertama

Bagian pertama dimulai dengan ajakan kepada manusia untuk menyembah Allah semata (ayat 21):

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

dan tidak menjadikan tandingan (nidd) bagi Allah (ayat 22):

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Selaras dengan itu, bagian ini ditutup dengan keterangan bahwa sebagian manusia ada yang menjadikan nidd bagi Allah (ayat 165):

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ

Bagian pertama dimulai dengan "Yaa ayuhan naas" dan diakhiri dengan "Wa minan naas".

Pada bagian pembukaan, Allah menyatakan bahwa Al-Qur'an tidak ada keraguan didalamnya. Maka di bagian pertama ini Allah memberikan tantangan bagi orang yang masih ragu dengan Al-Qur'an (ayat 23 - 27).

 

Segmen 1: ayat 21 - 29

Segmen 1, penggal 1: ayat 21 - 25

Segmen 1, penggal 2: ayat 26 - 27

Segmen 1, penggal 3: ayat 28 - 29

 

Segmen 2: ayat 30 - 39

 

Segmen 3: ayat 40 - 123

Dalam segmen ini Allah menceritakan kisah-kisah Bani Israil yang telah Allah berikan nikmat yang banyak namun justru membangkang kepada Allah dan ajaran yang Dia turunkan melalui Nabi Musa. Allah mengisahkan kisah-kisah Bani Israil terkait dengan orang-orang Yahudi yang mengklaim bahwa mereka adalah para pengikut Musa. Allah mengingatkan agar orang-orang Yahudi tidak bersikap ingkar sebagaimana yang telah dilakukan oleh Bani Israil di masa lalu. Pada ayat 122 - 123 yang merupakan penutup segmen ini, Allah kembali mengingatkan tentang Bani Israil. Disini terlihat bahwa segmen ini didahului dengan kisah Bani Israil lalu ditutup kembali dengan kisah Bani Israil.

Segmen 3, pembukaan: ayat 40 - 46

Segmen 3, penggal 1: ayat 47 - 62

Segmen 3, penggal 2: ayat 63 - 74

Segmen 3, penggal 3: ayat 75 - 82

Segmen 3, penggal 4: ayat 83 - 86

Segmen 3, penggal 5: ayat 87 - 103

Segmen 3, penggal 6: ayat 100 - 103

Segmen 3, penggal 7: ayat 104 - 121

Segmen 3, penutup: ayat 122 - 123

 

Segmen 4: ayat 124 - 141

Segmen 4, penggal 1: ayat 124 - 129

Segmen 4, penggal 2: ayat 130 - 134

Segmen 4, penggal 3: ayat 135 - 141

 

Segmen 5: ayat 142 - 152

 

Segmen 6: ayat 153 - 167

Segmen 6, penggal 1: ayat 153 - 162

Segmen 6, penggal 2: ayat 163 - 167

 

Bagian kedua

Bagian kedua dimulai dengan ajakan kepada manusia untuk memakan yang halal dan baik, dan tidak mengikuti langkah-langkah syetan (ayat 168):

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Bagian ini diakhiri dengan keterangan bahwa sebagian manusia ada perkataannya membuat kita takjub (ayat 204) dan sebaliknya ada sebagian manusia yang menjual dirinya untuk meraih ridha Allah (ayat 207).

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ

Sebagaimana bagian pertama, bagian kedua ini dimulai dengan "Yaa ayyuhan naas" dan juga diakhiri dengan "Wa minan naas". Hanya saja disini ada dua "wa minan naas". Yang pertama menerangkan sebagian manusia yang buruk lalu yang kedua menerangkan sebagian manusia yang baik.

Larangan-larangan yang ada di bagian ini adalah larangan-larangan mengikuti langkah-langkah syetan.

 

Segmen 1: ayat 168 - 177

Segmen 1, penggal 1: ayat 168 - 173

Segmen 1, penggal 2: ayat 174 - 177

 

Segmen 2: ayat 178 - 182

Segmen 2, penggal 1: ayat 178 - 179

Segmen 2, penggal 2: ayat 180 - 182

 

Segmen 3: ayat 183 - 207

Segmen 3, penggal 1: ayat 183 - 187

Segmen 3, penggal 2: ayat 188 

Segmen 3, penggal 3: ayat 189

Segmen 3, penggal 4: ayat 190 - 195

Segmen 3, penggal 5: ayat 196 - 203

Segmen 3, penggal 6: 204 - 207

 

Bagian ketiga

Bagian ketiga dimulai dengan ajakan kepada orang-orang yang beriman agar masuk kedalam Islam secara keseluruhan (kaaffah), dan tidak mengikuti langkah-langkah syetan (ayat 208):

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Perintah-perintah dalam bagian ketiga ini adalah perintah-perintah dalam rangka masuk kedalam Islam secara keseluruhan. Sedangkan larangan-larangan yang ada di bagian ini adalah larangan-larangan mengikuti langkah-langkah syetan.

 

Segmen 1: ayat 208 - 253

Segmen 1, penggal 1: ayat 208 - 220

Segmen 1, penggal 2: ayat 221 - 225

Segmen 1, penggal 3: ayat 226 - 242

Segmen 1, penggal 4: ayat 243 - 253

 

Segmen 2: ayat 254 - 284

Segmen 2, penggal 1: ayat 254 - 274

Segmen 2, penggal 2: ayat 275 - 281

Segmen 2, penggal 3: ayat 282 - 284

Bagian ketiga ini ditutup dengan keterangan bahwa segala sesuatu pada dasarnya adalah milik Allah, dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa atas segala sesuatu:

لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

 

Penutup

Sebagaimana pembukaan surat berbicara mengenai rukun-rukun iman, maka penutup surat juga berbicara mengenai rukun-rukun iman (ayat 285). Lalu surat diakhiri dengan doa (ayat 286).