ImageSiapa saja yang boleh sholat dengan duduk?

Perbedaan pendapat :

Pendapat I : siapa saja yang tidak mampu berdiri.

Pendapat II (Malik) : siapa saja yang sakit sedemikian sehingga mengalami masyaqqah jika sholat dengan berdiri.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan dalam hal apakah gugurnya kewajiban berdiri itu karena tiadanya kesanggupan ataukah karena adanya masyaqqah. Sementara, tidak ada nash yang menetapkan.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Siapa pun yang mengalami udzur baik karena sakit ataupun yang semacamnya, sedemikian sehingga tidak mampu berdiri, maka dia boleh sholat dengan duduk. Yang dimaksud dengan tidak mampu berdiri adalah jika menimbulkan masyaqqah, atau sakitnya akan bertambah, atau akan memperlambat kesembuhan, atau khawatir akan pusing / pingsan.

ImageHukum sholat khauf

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (jumhur) : boleh sebagaimana yang pernah dilakukian oleh Nabi.

Pendapat II [syadzdz] (Abu Yusuf) : tidak ada lagi sholat khauf dengan satu imam sesudah Nabi. Yang ada adalah sholat dengan dua imam.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan dalam memandang apakah yang dilakukan oleh Nabi itu bentuk ibadah (yang harus dicontoh) ataukah sesuatu yang dikhususkan untuk Nabi saja (atas dasar keutamaan beliau)

Awal waktu sholat jum’at

ImagePerbedaan pendapat :

Pendapat I (jumhur) :

sama dengan sholat zhuhur

Pendapat II (Ahmad) :

boleh sebelum zawal dalam rangka ta’jiil.

Pandapat III (Hanabilah, Ishaq) :

Waktu sholat jum’at adalah mulai dari waktu untuk sholat ‘id sampai akhir waktu dzuhur.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan dalam memahami hadits-hadits yang memerintahkan ta’jiil sholat jum’at.

Hadits yang menerangkan bahwa hari Jum’at merupakan hari ‘Id.

ImageHukum sholat jamak

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (jumhur) :

boleh menjamak sholat zhuhur dan ashar meskipun bukan di Arafah, dan boleh menjamak sholat maghrib dan ‘isya meskipun bukan di Muzdalifah.

Pendapat II (Hanafiyah) :

jamak sholat zhuhur dan maghrib hanya boleh dilakukan di Arafah, dan jamak sholat maghrib dan ‘isya hanya boleh dilakukan di Muzdalifah.

Sebab perbedaan pendapat :

Perbedaan dalam memahami hadits-hadits dalam masalah ini.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Sholat jamak tidak hanya terbatas di Arafah dan Muzdalifah saja. Namun, yang sudah benar-benar disepakati hanyalah sholat jamak di kedua tempat tersebut, berdasarkan perbuatan Rasulullah.

ImageApakah sholat berjama’ah wajib bagi yang mendengar adzan ?

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (jumhur) : sunnah muakkadah bagi setiap orang, fardhu kifayah bagi masyarakat.

Pendapat II (zhahiriyah) : fardhu kifayah bagi setiap laki-laki mukallaf.

Sebab perbedaan pendapat :

Pertentangan antar hadits.

Pendapat Sayyid Sabiq :

Sholat berjama’ah adalah sunnah muakkadah. Adapun bagi wanita, maka yang lebih baik adalah sholat dirumahnya. Akan tetapi wanita juga boleh mendatangi sholat berjama’ah di masjid jika bisa menghindari adanya fitnah. Dan sholat di masjid kecil (musholla) adalah lebih baik bagi wanita daripada sholat di masjid besar.