Menu Content/Inhalt
Halaman Depan arrow Ulumul Qur'an
Ulumul Qur'an
Kewajiban terhadap Al-Qur’an
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

Ada beberapa kewajiban yang harus kita tunaikan terhadap Al-Qur’an.

Image1. Mengimaninya dengan sepenuh hati.

Kita harus mengimani semua bagian Al-Qur’an tanpa kecuali. Jangan sampai kita hanya mengimani sebagian isi Al-Qur’an – yang sesuai dengan selera dan kehendak kita – dan mengingkari sebagian yang lainnya – yang tidak sesuai dengan selera dan kehendak kita. Ulaaika humul kaafiruuna haqqan “Mereka itu benar-benar kafir”. Sebaliknya, sikap kita terhadap Al-Qur’an adalah: Sami’na wa atha’naa “Kami mendengar dan kami taat”.

2. Membacanya.

Al-Qur’an tidak hanya untuk hiasan dan pajangan. Ia diturunkan untuk dibaca. Tidakkah kita tahu keutamaan membaca Al-Qur’an? Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dan dia mahir dalam membacanya, maka ia akan ditemani para malaikat yang mulia lagi penuh kebaikan. Dan barangsiapa yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan maka dia akan mendapatkan dua pahala.” (HR Bukhari dan Muslim) Para ulama mengatakan: satu pahala untuk bacaannya, dan satu pahala lagi untuk kesusahannya dalam membaca.

 
Al-Qur’an, Ramadhan, dan Kehidupan
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageRamadhan Bulan Al-Qur’an

Mengapa Ramadhan disebut sebagai bulan Al-Qur’an (syahrul Qur’an)? Setidak-tidaknya ada dua latar belakang. Pertama, karena diturunkannya pertama kali Al-Qur’an adalah pada bulan Ramadhan. Ini sesuai dengan firman Allah SWT: “Syahru Ramadhan al-ladzii unzila fihil Qur’an (Bulan Ramadhan yang diturunkan Al-Qur’an pada bulan itu).” Menurut para ulama’, di bulan Ramadhan Al-Qur’an yang 30 juz diturunkan sekaligus dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia. Dan kemudian selama kurun waktu 23 tahun (yaitu selama masa kenabian) diturunkan secara berangsur-angsur. Dan ayat-ayat yang pertama diturunkan di bulan Ramadhan, ketika Rasulullah sedang bertahannuts (menyepi) di Gua Hira, yaitu Al-’Alaq 1-5.

Kedua, karena pada setiap Ramadhan, Jibril men-talaqqi (mengajarkan) Rasulullah saw Al-Qur’an seluruhnya. Rasulullah saw dengan dibimbing Jibril, melakukan tadarrus dan mengkhatamkan Al-Qur’an pada setiap Ramadhan. Dengan demikian, Rasulullah selalu mengkhatamkan Al-Qur’an pada setiap Ramadhan. Dan pada tahun terakhir kehidupan beliau, beliau dua kali mengkhatamkannya.

 
Penggambaran Artistik dalam Al-Qur'an
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageTulisan ini diterjemahkan dari buku Al-Tashwir Al-Fanniy fil Qur’an karya Asy-Syahid Sayyid Quthb. Tulisan ini menggambarkan bagaimana indah dan nikmatnya berinteraksi dengan ketinggian dan keindahan bahasa Al-Qur’an. Sebagaimana yang pernah beliau ungkapkan sendiri dalam tafsir monumental beliau (Fii Zhilalil Qur’an): “Alangkah nikmatnya hidup dibawah naungan Al-Qur’an”.