Menu Content/Inhalt
Halaman Depan arrow Afkaar & 'Ibar
Afkaar & 'Ibar
Memaknai Bencana dan Musibah
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

Dalam dekade terakhir ini, terjadi banyak sekali bencana alam dan musibah di negeri kita. Banjir yang mematikan di Wasior, juga banjir “langganan” di Jakarta. Awan panas Gunung Merapi, tsunami di Aceh, tsunami di Mentawai, dan masih banyak lagi yang lainnya.

ImageAda beberapa hal yang bisa kita maknai dari berbagai macam bencana dan musibah tersebut. Pertama: Allah menurunkan bencana untuk menunjukkan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Agar kita merenungi betapa besarnya kekuasaan Allah, dan betapa besarnya nikmat Allah kepada kita. Gunung baru batuk saja, sudah meluluhlantakkan segenap yang ada di sekelilingnya. Lautan, digoncang sedikit saja, sudah menyapu segenap daratan yang ada didekatnya. Bagaimana jika – naudzu billah - Allah melakukan lebih dari itu? Betapa nikmat Allah selama ini teramat besar. Allah masih menahan lautan agar tenang dan kita bisa berlayar dan mengambil ikan serta kekayaan laut lainnya. Demikian juga Allah masih menahan gunung-gunung pada tempatnya, sehingga bisa menjadi pasak-pasak bumi, dan membuat bumi yang kita pijak ini menjadi kokoh. Hendaknya kita segera bersimpuh dihadapan kebesaran dan keagungan Allah. Marilah kita contoh apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw ketika beliau mendapati gerhana. Yang beliau lakukan adalah melakukan sholat, sebagai bentuk pengagungan terhadap Allah SWT.

 
Hakikat Kemerdekaan
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageJauh sebelum ada Magna Carta tahun 1215, sebelum Amerika mengumumkan Declaration of Independence tahun 1776, sebelum PBB mengumumkan Universal Declaration of Human Rights tahun 1948, Islam semenjak awal, semenjak tahun 600-an, telah mengumandangkan seruan kebebasan, kemerdekaan, dan keadilan bagi umat manusia.

Semenjak tumbuhnya di Mekkah, Islam telah menentang penindasan masyarakat kuat terhadap masyarakat lemah. Dan ini bisa kita lihat dari banyaknya ayat-ayat keadilan sosial yang turun pada fase-fase awal Islam di Mekkah.

Dan kita semua tahu bahwa jauh sebelum berbagai bangsa menyatakan tidak pada perbudakan, jauh sebelum perbudakan dihapuskan secara total dari muka bumi, Islam telah memberikan anjuran yang kuat untuk membebaskan para budak. Bahkan banyak sekali diantara denda yang ditetapkan dalam Islam adalah berupa pembebasan budak. Dan yang demikian ini terjadi pada zaman di mana perbudakan telah sedemikian kuat di tengah-tengah masyarakat Arab ketika itu.

 
Menyikapi Bencana
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageTidak hanya sekali dua kali bencana terjadi di negeri ini. Mulai dari banjir bandang, semburan lumpur, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, sampai tsunami. Semuanya silih berganti melanda negeri ini.

Mengapa bencana demi bencana senantiasa melanda? Para ilmuwan barangkali memiliki alasan-alasan ilmiah yang bisa menjelaskan rawannya negeri kita akan bencana. Namun apapun itu, kita harus percaya bahwa semua bencana tersebut tidak terlepas dari kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hanya dengan izin Allah sajalah semua bisa terjadi.

Menyikapi terjadinya berbagai macam bencana, janganlah sekali-kali kita berburuk sangka kepada Allah. Dia tidak akan sekali-kali berbuat zhalim kepada hamba-hamba-Nya. Setiap yang Allah kehendaki pasti penuh dengan hikmah dan kebijaksanaan. Apalagi terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin, Allah pasti selalu memberikan yang terbaik, meski seringkali hal tersebut dianggap tidak menyenangkan. ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui. (QS Al-Baqarah: 216)

 
Memaknai Hari Kemerdekaan
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageTanggal 17 setiap bulan Agustus kita memperingati hari kemerdekaan negeri kita. Pertanyaan klasik tapi selalu relevan untuk dipertanyakan: apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, merdeka artinya bebas dari penghambaan, penjajahan, dll; berdiri sendiri; tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat, tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu; atau leluasa. Dari definisi ini, mari kita bertanya kembali: apakah kita sudah benar-benar merdeka?

Kita memang sudah merdeka dari penjajahan secara fisik. Namun kita harus sadar bahwa kita sekarang ini sebetulnya masih terkungkung dan terbelenggu oleh penjajahan yang bersifat nonfisik.

Negeri kita adalah negeri yang kaya dengan berbagai macam sumber daya alam, baik yang terpendam didalam tanah, diatas tanah, maupun yang ada di lautan kita yang luas. Namun semua itu seolah-olah tidak ada bekasnya. Negara-negara kapitalis telah mengeruk dan mengeksploitasinya. Kapal-kapal asing dengan leluasa menjarah hasil lautan kita. Bahkan negeri kita justru dililit utang yang luar biasa jumlahnya, yang kita sendiri belum tahu berapa generasi lagi hutang itu bisa kita lunasi. Apakah ini yang disebut kemerdekaan?

 
Ada Apa dengan Sholat?
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageSholat adalah satu-satunya ibadah yang harus selalu dilakukan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. Meskipun kita sedang bepergian jauh, sedang sakit, sedang berada dalam suasana yang menakutkan dan mencekam, atau sedang dalam peperangan, kita tetap harus melakukan sholat. Hanya wanita yang sedang haidh dan nifas saja yang tidak wajib melakukan sholat.

Coba kita bandingkan dengan ibadah-ibadah yang lainnya, misalnya puasa Ramadhan. Mereka yang sedang sakit boleh meninggalkannya, lalu menggantinya secara leluasa ketika sudah sembuh. Bahkan jika sakitnya berlangsung terus-menerus, ia boleh tidak berpuasa tanpa harus mengganti puasanya pada kesempatan lain, dan ia cukup membayar fidyah sebagai penggantinya. Demikian pula, seorang jompo yang sudah tidak kuat berpuasa boleh meninggalkan puasa dengan membayar fidyah.

Ada apa sebenarnya dengan sholat? Mengapa ia sedemikian penting?

Allah SWT menegaskan bahwa tidaklah manusia dan jin diciptakan kecuali untuk beribadah kepada-Nya (QS Adz-Dzariyat: 56). Ini artinya, setiap waktu kita harus selalu beribadah kepada Allah SWT. Salah satu bentuk ibadah yang dimaksud adalah sholat, disamping ibadah-ibadah lainnya dalam pengertian yang luas – yaitu apapun yang mendatangkan ridha Allah SWT.

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 9 dari 11