Menu Content/Inhalt
Halaman Depan arrow Sirah, Kisah, Tarikh
Sirah, Kisah, Tarikh
Sekilas Perjalanan Hidup Rasulullah SAW
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageMuhammad. Sebuah nama yang sangat tidak asing di telinga kita. Sebagai muslim, kita selalu menyebut-nyebut nama ini pada setiap tasyahud sholat kita, dan pada setiap bacaan sholawat kita diluar sholat. Bahkan, tidak sedikit para orangtua muslim yang menamai anaknya dengan nama ini. Pendek kata, nama ini begitu populer!

Tidak hanya populer, sosok Muhammad ternyata juga memiliki pengaruh yang sangat luar biasa. Tidak tanggung-tanggung, Michael Hart yang notabene non muslim, dalam bukunya Seratus Manusia yang Paling Berpengaruh, menempatkan Muhammad sebagai manusia nomor satu yang memiliki pengaruh paling besar bagi manusia modern sepanjang masa. Hart pasti tidak hanya asal tulis. Ia pasti telah berusaha untuk bersikap obyektif dalam kapasitasnya sebagai seorang intelektual dan penulis ternama.

Muhammad dilahirkan di kota tandus Mekkah, dari keturunan Nabi Ismail, 571 tahun semenjak Nabi Isa dilahirkan. Muhammad kecil adalah anak yang malang. Betapa tidak, ia terlahir dalam keadaan yatim. Enam tahun kemudian, ia juga harus kehilangan ibunya. Terpaksalah ia hidup bersama kakeknya. Tapi itupun hanya berlangsung dua tahun, karena sang kakek pun akhirnya tiada. Pamannya yang bernama Abu Thalib-lah yang kemudian mengasuhnya selama waktu yang cukup panjang.

 
Makna dan Hakikat Hijrah
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageHijrah sendiri dari sudut bahasa bermakna ‘berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya’. Selama masa kenabian Rasulullah saw, telah terjadi tiga kali hijrah atas perintah Allah Ta’ala. Hijrah yang pertama adalah hijrahnya sebagian sahabat Nabi saw dari Mekkah ke Habasyah (Abbesinia, Ethiopia) dalam rangka untuk mencari tempat yang lebih aman, karena di Mekkah kaum musyrikin terus melakukan tekanan, intimidasi, dan tribulasi kepada para pengikut Nabi saw.

Adapun hijrah yang kedua adalah hijrahnya Nabi saw dari Mekkah ke Thaif. Ini dilakukan oleh Nabi saw karena kaum musyrikin semakin meningkatkan intimidasinya terhadap diri beliau, setelah Abu Thalib – paman dan sekaligus penjamin beliau – telah tiada. Namun setelah sampai di Thaif, ternyata Nabi saw justru diusir oleh para penduduknya.

Hijrah yang ketigalah yang akhirnya memberikan harapan besar kepada masa depan dakwah Islam. Rasulullah saw bersama para sahabatnya berhijrah dari Mekkah ke Yatsrib – yang belakangan kemudian diubah namanya oleh Nabi saw menjadi Madinah. Hijrah ini dilakukan pada tahun ke-13 kenabian (622 M), setelah adanya kepastian dukungan dari sekelompok penduduk Yatsrib – yang biasa disebut Anshar – bahwa mereka rela untuk mengorbankan segala yang mereka miliki, dalam keadaan suka maupun duka, untuk membela Rasulullah saw dan agama yang dibawanya. Peristiwa hijrah ke Madinah ini sedemikian penting, sampai-sampai Allah dan Rasul-Nya berlepas tangan dari orang-orang yang tidak mau turut berhijrah, kecuali mereka yang keadaannya benar-benar tidak memungkinkan.

 
Ikhtisar Sejarah Islam Pasca Khilafah Rasyidah
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

KHILAFAH BANI UMAYYAH (41-132 H / 661-750 M)

  • Diantara para khalifahnya : Mu’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz.
  • Pembebasan Bukhara (Uzbekistan) dan Samarkand di Asia Tengah, Sind, Transoxania, Afrika Utara di sebelah barat Mesir, Spanyol (Thariq bin Ziyad), dan sebagian wilayah Perancis.

ImageKHILAFAH BANI ABBASIYAH (132-656 H / 750-1258 M) dan Khilafah Bani Umayyah di Spanyol (138-422 H / 756-1031 M)

  • Diantara para khalifah Bani Abbasiyah : Harun Ar-Rasyid, Al-Ma’mun, dan Al-Musta’shim. Diantara para khalifah Bani Umayyah di Spanyol : Abdur Rahman Ad-Dakhil.
  • Pembebasan Anatolia (Yunani), Kashmir, Benggala (India)
  • Penyerangan Holako ke Baghdad, runtuhnya Khilafah Bani Abbasiyyah (1258 M)
 
Ikhtisar Sirah Nabi dan Khilafah Rasyidah
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImagePRA-ISLAM

Jazirah Arab diantara dua imperium besar : Romawi dan Persia, akan tetapi tidak pernah terjajah karena faktor alam.

Ketika itu, Syam dan Mesir merupakan bagian dari Romawi sedangkan Iraq merupakan bagian dari Persia. Karena diantara kedua imperium tersebut selalu terjadi peperangan maka rute perdagangan dari India dan Teluk Persia menuju Laut Tengah via Iraq menjadi rusak. Para pedagang lalu mengambil jalur perdagangan dari Yaman, lewat Makkah, menuju ke Gaza, Damaskus, dan Laut Tengah. Makkah juga kondusif sebagai pusat perdagangan karena dianggap sebagai Tanah Haram yang harus steril dari pertumpahan darah.

Sebagian besar penduduk Makkah adalah penyembah banyak tuhan (musyrik), dan mereka memiliki adat istiadat yang jauh dari keluhuran nilai-nilai moral (penindasan masyarakat lemah, perjudian, pelacuran, pembunuhan, kecurangan, dan sebagainya), kecuali bahwa mereka masih menjunjung tinggi beberapa adat istiadat seperti menghormati tamu dan fanatisme kesukuan.

Muhammad dilahirkan dari keturunan Isma’il, pada Tahun Gajah (571 M) dimana Abrahah melakukan penyerangan terhadap Ka’bah. Ayah beliau wafat ketika beliau masih dalam kandungan.

 
Mengapa Belajar Sejarah Islam?
Ditulis oleh Abdur Rosyid   

ImageAlasan pertama: Sejarah Islam – lebih dari sekadar tanggal, tempat, tokoh dan peristiwa yang biasa dihafal – adalah hikmah dan pelajaran yang tidak akan pernah ada habisnya. Allah berfirman: ”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah; dan hendaknya setiap diri melihat apa yang telah ia perbuat untuk hari esoknya” (QS Al-Hasyr : 18). Maksud dari hikmah dan pelajaran disini adalah sebagai berikut:

Pertama: Dalam sejarah Islam, ada contoh-contoh dan teladan yang baik, yang mesti kita ikuti. Islam telah berhasil diaplikasikan pada masa-masa terbaiknya, dan kita harus mengulangnya kembali. Sejarah Islam penuh dengan tokoh-tokoh yang harus kita teladani. Allah berfirman : ”Kalian adalah umat terbaik yang dihadirkan di tengah-tengah umat manusia ...”. Itulah generasi Nabi dan para sahabat, dan bisa pula kita jika mengikuti jejak mereka. Rasulullah bersabda : ”Sebaik-baik generasi adalah generasiku, lalu generasi sesudahnya, lalu generasi sesudahnya”. Itulah generasi salaful ummah : 1) generasi Nabi dan para sahabat, 2) generasi tabi’un, dan 3) generasi tabi’ut tabi’in.