Buruk sangka (suudhdhann) berarti berprasangka buruk kepada saudara kita tanpa adanya bukti yang jelas dan masuk akal. Buruk sangka merupakan salah satu pintu syetan yang harus kita jauhi. Allah SWT berfirman,”Dan jauhilah kebanyakan dari prasangka karena sebagian prasangka itu adalah dosa” (QS Al-Hujurat : 12). Adapun waspada tidak bersifat definitif (tidak cenderung mengatributkan sesuatu yang buruk kepada seseorang tertentu) serta disertai dengan bukti-bukti dan indikasi-indikasi yang mendukung.
Wallahu a’lam bish shawab.
*************
Bagaimanakah hukumnya mengucapkan selamat ulang tahun ?
Jawab :
Yang pertama-tama mesti dijawab adalah apa hukum merayakan ulang tahun. Yang jelas, dalam tradisi Islam memang tidak dikenal apa yang disebut sebagai perayaan ulang tahun. Yang ada adalah anjuran untuk melakukan muhasabah terhadap usia kita yang dari waktu ke waktu semakin bertambah dan jatah hidup kita yang semakin berkurang : siapkah kita menghadapi kematian untuk kemudian mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah ?
Mengapa orang muslim bila berdoa harus dengan sholat ? Dan bagaimana caranya agar sholat kita khusyu’ ?
Jawab :
Jika yang dimaksud adalah berdoa, sebenarnya tidak harus dengan sholat. Artinya, doa bisa juga dilakukan di luar sholat. Akan tetapi memang sholat adalah suatu ritual yang khusus sekaligus paling utama untuk ’berkomunikasi’ dengan Allah dan berdoa kepada-Nya. Sholat memang sarat dengan doa-doa. Dari sisi bahasa, sholat sendiri memang bermakna doa.
Gaul Tapi Islami : Bisakah? Kesannya gaul itu tidak islami. Apa benar? Bisakah kita jadi gaul tapi tetap islami? Untuk menjawab pertanyaan ini, bagusnya kita lihat saja model ideal seorang muslim: Rasulullah. Beliau adalah sosok yang menyenangkan. Wajahnya sumringah di hadapan sahabat-sahabatnya. Beliau amat baik kepada keluarganya dan amat penyayang kepada anak-anak. Nah, kita sendiri yang juga muslim ini bagaimana? Bisa tidak seperti beliau?
Ketika si A masih belum berharta, ia sering berkata,”Seandainya nanti saya kaya, maka saya akan gemar bersedekah”. Ternyata, setelah ia benar-benar menjadi kaya, ia enggan untuk bersedekah, tidak sebagaimana tekadnya ketika hartanya masih sedikit.
Ketika si B menjadi maba di sebuah kampus dan harus menjalani perpeloncoan yang bergaya feodal, maka beberapa tahun ketika ia telah meraih posisi kepanitiaan acara yang sama, ternyata ia pun mengulangi perpeloncoan bergaya feodal yang dahulu ditentangnya habis-habisan.
Bagaimanalah gambaran pribadi seorang muslimah yang benar-benar shalihah? Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi telah menuliskan beberapa sifat, karakter dan kepribadian seorang muslimah yang shalihah secara utuh, sebagaimana yang diajarkan oleh Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tidak hanya shalihah kepada Rabb-nya, akan tetapi juga shalihah di tengah-tengah keluarganya, rumah tangganya dan masyarakatnya. Berikut ini ringkasan dari apa yang beliau tulis.