boleh menjamak sholat zhuhur dan ashar meskipun bukan di Arafah, dan boleh menjamak sholat maghrib dan ‘isya meskipun bukan di Muzdalifah.
Pendapat II (Hanafiyah) :
jamak sholat zhuhur dan maghrib hanya boleh dilakukan di Arafah, dan jamak sholat maghrib dan ‘isya hanya boleh dilakukan di Muzdalifah.
Sebab perbedaan pendapat :
Perbedaan dalam memahami hadits-hadits dalam masalah ini.
Pendapat Sayyid Sabiq :
Sholat jamak tidak hanya terbatas di Arafah dan Muzdalifah saja. Namun, yang sudah benar-benar disepakati hanyalah sholat jamak di kedua tempat tersebut, berdasarkan perbuatan Rasulullah.
Apakah sholat berjama’ah wajib bagi yang mendengar adzan ?
Perbedaan pendapat :
Pendapat I (jumhur) : sunnah muakkadah bagi setiap orang, fardhu kifayah bagi masyarakat.
Pendapat II (zhahiriyah) : fardhu kifayah bagi setiap laki-laki mukallaf.
Sebab perbedaan pendapat :
Pertentangan antar hadits.
Pendapat Sayyid Sabiq :
Sholat berjama’ah adalah sunnah muakkadah. Adapun bagi wanita, maka yang lebih baik adalah sholat dirumahnya. Akan tetapi wanita juga boleh mendatangi sholat berjama’ah di masjid jika bisa menghindari adanya fitnah. Dan sholat di masjid kecil (musholla) adalah lebih baik bagi wanita daripada sholat di masjid besar.
Dalam sejumlah hadits disebutkan bahwa seorang wanita dilarang melakukan perjalanan keluar rumah kecuali dengan ditemani suami atau mahramnya. Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwasanya Nabi juga pernah menyatakan bahwa pada suatu saat, ketika Islam sedang jaya, seorang wanita bahkan dengan rasa aman bisa melakukan perjalanan menuju kota Shan’a – yang saat itu dikenal tidak aman – secara sendirian.