<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rdf:RDF
	xmlns="http://purl.org/rss/1.0/"
	xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
	<channel rdf:about="http://menaraislam.com">
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://menaraislam.com</link>
		<image rdf:resource="http://menaraislam.com/images/M_images/joomla_rss.png" />
	   <dc:date>2010-07-30T12:49:50+01:00</dc:date>
		<items>
			<rdf:Seq>
				<rdf:li rdf:resource="http://menaraislam.com/content/view/118/41/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://menaraislam.com/content/view/117/41/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://menaraislam.com/content/view/116/35/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://menaraislam.com/content/view/115/27/"/>
				<rdf:li rdf:resource="http://menaraislam.com/content/view/114/27/"/>
			</rdf:Seq>
		</items>
	</channel>
	<image rdf:about="http://menaraislam.com/images/M_images/joomla_rss.png">
		<title>Powered by Joomla!</title>
		<link>http://menaraislam.com</link>
		<url>http://menaraislam.com/images/M_images/joomla_rss.png</url>
	</image>
	<item rdf:about="http://menaraislam.com/content/view/118/41/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2008-11-07T15:33:04+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://menaraislam.com</dc:source>
		<title>Tanya Jawab Seputar Gaya Hidup</title>
		<link>http://menaraislam.com/content/view/118/41/</link>
		<description>  Apa perbedaan antara buruk sangka dan waspada ?  Jawab :  Buruk sangka (suudhdhann) berarti berprasangka buruk kepada saudara kita tanpa adanya bukti yang jelas dan masuk akal. Buruk sangka merupakan salah satu pintu syetan yang harus kita jauhi. Allah SWT berfirman,&amp;rdquo;Dan jauhilah kebanyakan dari prasangka karena sebagian prasangka itu adalah dosa&amp;rdquo; (QS Al-Hujurat : 12). Adapun waspada tidak bersifat definitif (tidak cenderung mengatributkan sesuatu yang buruk kepada seseorang tertentu) serta disertai dengan bukti-bukti dan indikasi-indikasi yang mendukung.   Wallahu a&amp;rsquo;lam bish shawab.  *************  Bagaimanakah hukumnya mengucapkan selamat ulang tahun ?  Jawab :  Yang pertama-tama mesti dijawab adalah apa hukum merayakan ulang tahun. Yang jelas, dalam tradisi Islam memang tidak dikenal apa yang disebut sebagai perayaan ulang tahun. Yang ada adalah anjuran untuk melakukan muhasabah terhadap usia kita yang dari waktu ke waktu semakin bertambah dan jatah hidup kita yang semakin berkurang : siapkah kita menghadapi kematian untuk kemudian mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah ? </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://menaraislam.com/content/view/117/41/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2008-11-07T15:29:01+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://menaraislam.com</dc:source>
		<title>Menggapai Sholat Khusyu'</title>
		<link>http://menaraislam.com/content/view/117/41/</link>
		<description>  Mengapa orang muslim bila berdoa harus dengan sholat ? Dan bagaimana caranya agar sholat kita khusyu&amp;rsquo; ?  Jawab :  Jika yang dimaksud adalah berdoa, sebenarnya tidak harus dengan sholat. Artinya, doa bisa juga dilakukan di luar sholat. Akan tetapi memang sholat adalah suatu ritual yang khusus sekaligus paling utama untuk &amp;rsquo;berkomunikasi&amp;rsquo; dengan Allah dan berdoa kepada-Nya. Sholat memang sarat dengan doa-doa. Dari sisi bahasa, sholat sendiri memang bermakna doa.  </description>
	</item>
	<item rdf:about="http://menaraislam.com/content/view/116/35/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2008-11-07T15:23:02+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://menaraislam.com</dc:source>
		<title>Perbedaan Pendapat Fiqih</title>
		<link>http://menaraislam.com/content/view/116/35/</link>
		<description>  Apakah yang dimaksud dengan madzhab dan haruskah memilih salah satu ?  Jawab :  Madzhab menurut peristilahan berarti suatu &amp;rsquo;institusi&amp;rsquo; pemikiran atau pendapat. Dalam ilmu bahasa Arab kita temukan berbagai madzhab. Dalam fiqih Islam kita temukan pula berbagai madzhab. Dalam pengertian yang terakhir inilah kata madzhab sering dipakai. Sebetulnya, jumlah madzhab yang ada dalam fiqih Islam tidaklah hanya empat. Hanya saja madzhab-madzhab selain yang empat itu tidak berkembang, sehingga akhirnya hanya empat saja yang banyak dikenal : Hanafi, Maliki, Syafi&amp;rsquo;i, Hanbali.  Kita tidak harus menganut salah satu madzhab, meskipun boleh-boleh saja jika kita melakukannya. Akan tetapi yang terbaik adalah mengambil pendapat yang paling kuat, dari madzhab manapun datangnya. Demikianlah para imam madzhab itu bahkan telah menegaskannya. Misalnya, Imam Syafi&amp;rsquo;i mengatakan,&amp;rdquo;Jika ada hadits yang lebih kuat maka itulah madzhabku&amp;rdquo;.  Wallahu a&amp;rsquo;lam bish shawab.  ************</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://menaraislam.com/content/view/115/27/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2008-11-07T15:14:51+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://menaraislam.com</dc:source>
		<title>Hakikat Manusia</title>
		<link>http://menaraislam.com/content/view/115/27/</link>
		<description>  Seperti apakah hakikat manusia itu ?  Jawab :  Manusia adalah hamba Allah (&amp;rsquo;abdullah) dan khalifah di muka bumi. Sebagai hamba Allah, manusia berkewajiban untuk beribadah kepada-Nya. Sebagai khalifah di muka bumi, manusia berkewajiban untuk memakmurkan bumi, melakukan perbaikan (ishlah) diatasnya, dan tidak malah membuat kerusakan diatasnya. Manusia adalah salah satu dari dua tsaqalaani, yaitu dua makhluq yang dibebani dengan syariat dan harus mempertanggungjawabkan segala perbuatannya : jin dan manusia. Dua makhluq ini berbeda dengan segenap makhluq yang lain yang tidak harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Jin dan manusia memiliki pilihan untuk taat atau ingkar, sedangkan makhluq Allah yang lain tidak memiliki pilihan karena pilihan mereka hanya satu : taat kepada Allah. Langit dan bumi seluruhnya tunduk dan patuh kepada Allah secara sukarela, dengan cara mereka sendiri-sendiri. Sedangkan jin dan manusia ada yang taat dan ada pula yang ingkar. Dahulu kala Allah telah menawarkan amanah kekhalifahan kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, dan semua menolaknya, akan tetapi manusia mau menerimanya. Oleh karena itu, manusia telah diberikan oleh Allah berbagai potensi untuk bisa mengemban tugas dan amanahnya tersebut. Jika seorang manusia sangat taat kepada Allah, derajatnya bisa lebih tinggi daripada malaikat, karena malaikat memang diciptakan untuk taat semata sementara manusia taat karena pilihannya. Akan tetapi jika seorang manusia ingkar kepada Allah, derajatnya bisa lebih rendah daripada binatang, karena binatang tidak memiliki akal pikiran sementara manusia memiliki akal pikiran.</description>
	</item>
	<item rdf:about="http://menaraislam.com/content/view/114/27/">
		<dc:format>text/html</dc:format>
		<dc:date>2008-11-07T14:32:13+01:00</dc:date>
		<dc:source>http://menaraislam.com</dc:source>
		<title>Tanya Jawab Bab Ma'rifatur Rasul</title>
		<link>http://menaraislam.com/content/view/114/27/</link>
		<description>  Manakah yang lebih dahulu antara Pitecantropus Erectus dan Nabi Adam as ?  Jawab :  Dari berbagai ayat Al-Qur&amp;rsquo;an dan hadits Nabi yang shahih, kita mendapati bahwa Adam adalah manusia pertama yang Allah ciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi (QS Al-Baqarah : 30, QS Shaad : 71 &amp;ndash; 76). Akan tetapi, sebelum manusia telah ada makhluq lain yang hidup di muka bumi.  Adapun tentang Pitecantropus Erectus, para ahli sendiri belum sepakat tentang kebenarannya. Apalagi ketika dikatakan bahwa penemuan Pitecantropus Erectus dan manusia purba yang lain menunjukkan bahwa manusia adalah keturunan (hasil evolusi dari) bangsa kera. Sebagian ahli mengatakan bahwa tulang belulang yang direkonstruksi menjadi model manusia purba tidaklah sepenuhnya tulang belulang manusia, tetapi bercampur dengan tulang belulang binatang (kera). Yang jelas, informasi dari wahyu bersifat pasti kebenarannya sedangkan informasi dari penemuan Iptek bersifat sementara kebenarannya. Ketika kedua jenis informasi tersebut bertentangan, kita mesti mendahulukan dan memenangkan informasi wahyu.   Wallahu a&amp;rsquo;lam bish shawab.  **************</description>
	</item>
</rdf:RDF>
