Menu Content/Inhalt
Halaman Depan
Akulturasi Budaya Itu ...

Dahulu, kita memiliki novel-novel yang senantiasa bertemakan perjuangan. Novel-novel itu akhirnya semakin banyak dicetak karena semakin banyak peminatnya. Karena peminatnya itu mempunyai gaya hidup dan budaya yang beragam, maka tema-tema novel kita pun semakin beragam pula. Kini muncul pula novel-novel cinta, novel-novel gaul, dan sebagainya. Ternyata, semakin lama novel-novel itu akhirnya sulit dibedakan dengan novel-novel populer jaman dulu. Yang berbeda hanyalah penerbitnya saja.

Baca selengkapnya
 
Aktualisasi Nilai-Nilai Ramadhan dalam Rutinitas Kehidupan

Bulan Ramadhan merupakan Bulan Tarbiyah (Bulan Pembinaan). Selama Ramadhan kita menjalani proses pembinaan diri dengan program-program yang sudah di-setting oleh Sang Maha Pembina dan Pendidik (Rabb). Keluar dari Ramadhan, kita diharapkan menjadi pribadi yang bertaqwa (muttaqin). Taqwa itulah buah dari Ramadhan. Dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. Dengan demikian bulan Ramadhan adalah bulan mencari bekal, dan bekal itu adalah taqwa.

Baca selengkapnya
 
Perbedaan Pendapat Seputar Waktu-waktu Sholat

Batas akhir waktu muwassa’ untuk sholat zhuhur

Perbedaan pendapat :

Pendapat I (Malik, Syafi’I, Abu Tsaur, Dawud) :

bayangan benda sama dengan bendanya.

Pendapat II (salah satu riwayat dari Abu Hanifah) :

bayangan benda dua kali bendanya, dan saat ini merupakan awal sholat ashar.

Pendapat III (riwayat yang lain dari Abu Hanifah, Abu Yusuf, Muhammad) :

akhir waktu zhuhur adalah saat bayangan benda sama dengan bendanya. Tetapi awal waktu ashar bukan saat itu melainkan ketika bayangan benda dua kali bendanya.

Baca selengkapnya
 
Hak dan Kewajiban Warganegara dalam Islam

Pemimpin Negara Islam (atau Negara) berkewajiban untuk mendidik dan membimbing rakyat dalam mengarungi kehidupan dunia yang fana ini menuju kehidupan akhirat yang kekal. Negara juga berkewajiban untuk menjaga kemaslahatan umum. Secara singkat kewajiban-kewajiban tersebut dapat diungkapkan dalam kalimat hirasat al-din wa siyasat al-dunya.

Pemimpin Negara merupakan penguasa tertinggi di negara tersebut. Kekuasaan tertinggi ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan bersama. Jika kekuasaan ini diselewengkan atau disia-siakan maka akan timbullah berbagai kerusakan. Betapa vitalnya posisi pemimpin negara sampai-sampai Nabi bersabda bahwa baik buruknya umat ditentukan oleh dua golongan : ‘umara (pemimpin) dan ulama.

Negara bertanggung jawab atas kemaslahatan kehidupan rakyatnya, baik dari sisi agama, sosial ekonomi, keamanan dan ketertiban, serta keadilan. Kalau kita mencermati Negara Ideal Madinah maka kita akan tercengang : betapa bertanggungjawabnya Negara atas rakyatnya !!! Sebuah contoh : ketika keuangan Madinah sudah cukup memadahi, Nabi selaku kepala negara menjamin hutang-hutang setiap warganya yang meninggal dunia dengan meninggalkan hutang.

Baca selengkapnya
 
Konsep Negara dalam Islam

Struktur Sebuah Negara

Imam Mawardi membagi lembaga-lembaga kekuasaan dibawah khalifah atas :

  1. Kekuasaan (wilayat) umum dalam lapangan umum.
  2. Kekuasaan (wilayat) umum dalam lapangan khusus.
  3. Kekuasaan (wilayat) khusus dalam lapangan umum.
  4. Kekuasaan (wilayat) khusus dalam lapangan khusus.

Pembagian Mawardi diatas harus dipahami dalam kerangka bahwa khalifah merupakan institusi tertinggi dalam negara, meskipun tidak secara serta merta bisa bertindak otoriter, karena kedaulatan tetap di tangan rakyat didalam bingkai nilai-nilai syariat.

Yang dimaksud oleh Mawardi dengan kekuasaan umum dengan lapangan umum adalah kementerian (al-wizarat). Kekuasaannya dikatakan umum karena meliputi suatu masalah secara umum. Lapangannya dikatakan umum karena meliputi seluruh negeri.

Baca selengkapnya
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 37 - 45 dari 101