Istilah “Yahudi (Judaism)” berasal dari kata Yahuda (Judah), salah satu dari dua belas anak Ya’qub. Setelah kematian Sulaiman, bangsa Israel terbagi menjadi dua : Kerajaan Yahuda dan Kerajaan Israel. Pada abad VI SM Kerajaan Israel ditaklukkan oleh Assiria dan penduduknya diusir. Sehingga, bangsa Israel yang tersisa hanyalah yang berada di Kerajaan Yahuda. Mereka inilah yang kemudian dikenal sebagai Yahudi.
Sebuah hal yang tidak lagi diingkari, bahwa hal pertama yang dilakukan oleh Nabi sesampai di Madinah adalah membangun masjid. Hal lainnya yang juga beliau lakukan sesudah itu ialah mempersaudarakan kaum muslimin, terutama antara muhajirin dan anshar, serta membuat kesepakatan-kesepakatan konstitusional bersama segenap elemen masyarakat yang ada di Madinah. Sa’id Ramadhan Al-Buthiy - dalam bukunya Fiqh al-Siirah - menyebut ketiganya sebagai Asas-asas Masyarakat Baru.
Betapa pentingnya arti sebuah masjid, Nabi saw juga menyempatkan diri membangun masjid di Quba’ meskipun beliau hanya tinggal di situ selama empat hari saja.
Ketika si A masih belum berharta, ia sering berkata,”Seandainya nanti saya kaya, maka saya akan gemar bersedekah”. Ternyata, setelah ia benar-benar menjadi kaya, ia enggan untuk bersedekah, tidak sebagaimana tekadnya ketika hartanya masih sedikit.
Ketika si B menjadi maba di sebuah kampus dan harus menjalani perpeloncoan yang bergaya feodal, maka beberapa tahun ketika ia telah meraih posisi kepanitiaan acara yang sama, ternyata ia pun mengulangi perpeloncoan bergaya feodal yang dahulu ditentangnya habis-habisan.
Ketika dakwah ini semakin meluas, maka spektrum barisan dakwah pun menjadi semakin luas dan beragam. Jika dengan jumlah kecil barangkali kita masih cenderung homogen, maka ketika sudah besar homogenitas itupun sulit dipertahankan. Mau homogen terus, ya tidak pernah besar, atau minimal tidak segera besar.
Dahulu, musik kita adalah nasyid-nasyid yang “kering (dari instrumentalia)” tapi “basah dengan ruh perjuangan Islam”. Namun ketika dakwah sudah semakin meluas, maka musik-musik kita pun semakin “ramai” dan semakin melenakan. Lirik-lirik lagunya pun tidak lagi hanya bertemakan perjuangan, tetapi juga mulai merambah tema-tema populer.
Bagaimanalah gambaran pribadi seorang muslimah yang benar-benar shalihah? Dr. Muhammad Ali Al-Hasyimi telah menuliskan beberapa sifat, karakter dan kepribadian seorang muslimah yang shalihah secara utuh, sebagaimana yang diajarkan oleh Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Tidak hanya shalihah kepada Rabb-nya, akan tetapi juga shalihah di tengah-tengah keluarganya, rumah tangganya dan masyarakatnya. Berikut ini ringkasan dari apa yang beliau tulis.