Bagaimana cara agar kita tetap ber-husnudhdhan (berprasangka baik) kepada Allah dan Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita? Ketahuilah, kita harus memiliki pemahaman dan keyakinan yang kuat bahwa Allah senantiasa menginginkan kebaikan dan kemaslahatan bagi manusia dan alam semesta seluruhnya. Dalam berbagai ayat dalam Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa segala kebaikan yang didapat oleh manusia berasal dari Allah sedangkan segala keburukan yang menimpa manusia adalah karena ulah perbuatan manusia itu sendiri.

ImageTerlebih-lebih bagi seorang mukmin, Allah senantiasa akan memberikan yang terbaik meskipun yang baik itu seringkali kita pandang buruk. Allah sajalah yang mengetahui kebaikan dan keburukan yang sejati sementara penglihatan, penilaian, dan pengetahuan kita bersifat semu dan terbatas (QS Al-Baqarah : 216). Betapa Allah senantiasa memberikan yang terbaik kepada seorang mukmin sampai Rasulullah saw menyatakan bahwa tidaklah seorang mukmin ditimpa musibah – meskipun hanya tertusuk duri di kakinya atau tersandung batu – kecuali Allah pasti akan menghapuskan satu dosa darinya. Bahkan Allah seringkali menimpakan sakit kepada seorang mukmin sebagai kaffarah (penghapus dosa) baginya. Adapun terhadap orang yang ingkar kepada-Nya, justeru Allah seringkali memberikan istidraj (penundaan siksa) kepadanya sampai akhir hayatnya agar Allah bisa menyempurnakan adzab-Nya di Hari Perhitungan kelak.

ImageDalam tradisi Islam sebenarnya tidak dikenal apa yang disebut sebagai perayaan ulang tahun. Yang ada adalah anjuran untuk melakukan muhasabah terhadap usia kita yang dari waktu ke waktu semakin bertambah dan jatah hidup kita yang semakin berkurang : siapkah kita menghadapi kematian untuk kemudian mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di hadapan Allah ?

Orang-orang Kristen setiap tahun merayakan kelahiran Yesus (Isa as) dalam Perayaan Hari Natal. Mereka juga biasa merayakan hari ulang tahun mereka dengan acara tiup lilin dan potong kue. Orang-orang Kejawen biasa merayakan Hari Weton dengan melakukan selametan. Lebih dari itu, bagi mereka Hari Weton memiliki sejumlah kekeramatan yang bertentangan dengan aqidah Islam.

ImageSebagian orang mungkin bertanya apakah pacaran diperbolehkan dalam Islam? Sebagian yang lainnya dengan agak iseng bahkan mungkin akan bertanya apakah ada pacaran yang islami?

Jika yang dimaksud dengan pacaran disini adalah hubungan antara laki-laki dan perempuan diluar nikah yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami isteri, tentu tidak boleh. Masalah ini sudah dijelaskan dengan jelas oleh Islam. Berdua-duaan, bermesra-mesraan, bercumbu-cumbuan, dan semacamnya tidak boleh dilakukan oleh laki-laki dan perempuan kecuali setelah menikah. Bahkan, Islam pun melarang segala jenis perbuatan yang bisa mendekatkan atau menggiring seseorang kepada zina. Allah SWT berfirman,”Dan janganlah kalian dekati zina. Sesungguhnya zina itu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk” (QS Al-Isra’ : 32).

ImageMengapa orang muslim bila berdoa harus dengan sholat ? Dan bagaimana caranya agar sholat kita khusyu’ ? Jawabannya begini. Jika yang dimaksud adalah berdoa, sebenarnya tidak harus dengan sholat. Artinya, doa bisa juga dilakukan di luar sholat. Akan tetapi memang sholat adalah suatu ritual yang khusus sekaligus paling utama untuk ’berkomunikasi’ dengan Allah dan berdoa kepada-Nya. Sholat memang sarat dengan doa-doa. Dari sisi bahasa, sholat sendiri memang bermakna doa.

Akan tetapi seorang muslim tidak boleh meninggalkan sholat dan menggantinya dengan suatu bentuk ritual lain dengan maksud untuk meng-cover fungsi yang serupa. Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan bahwa seorang muslim tidak perlu lagi melakukan sholat jika sudah bisa mengingat Allah setiap saat dengan alasan bahwa fungsi sholat adalah untuk mengingat-Nya. Bahkan, melakukan sholat dengan melakukan perubahan pada tata caranya – menyimpang dari tuntunan Nabi saw – pun tidak diperbolehkan. Yang demikian ini karena tidaklah ada yang tahu bagaimana ber-’komunikasi’ dengan Allah kecuali Dia sendiri. Sehingga Allah-lah yang mengatur tata caranya (tauqifi). Sampai kita pun tidak tahu persis mengapa sholat shubuh itu dua rakaat, zhuhur itu empat rakaat, sholat wajib itu lima kali dalam sehari semalam. Tidak ada yang mengetahui semua itu kecuali Allah saja. Dan Allah-lah yang paling tahu tentang rahasia segala tata cara beribadah yang telah Dia tentukan.

ImageGaul Tapi Islami : Bisakah? Kesannya gaul itu tidak islami. Apa benar? Bisakah kita jadi gaul tapi tetap islami? Untuk menjawab pertanyaan ini, bagusnya kita lihat saja model ideal seorang muslim: Rasulullah. Beliau adalah sosok yang menyenangkan. Wajahnya sumringah di hadapan sahabat-sahabatnya. Beliau amat baik kepada keluarganya dan amat penyayang kepada anak-anak. Nah, kita sendiri yang juga muslim ini bagaimana? Bisa tidak seperti beliau?

Moral – Respek – Komunikatif

Menjadi gaul yang islami insyaallah bisa kita lakukan dengan minimal tiga kunci: 1) moral, artinya selalu berkomitmen kepada aturan-aturan dan nilai-nilai Islam, 2) respek, artinya menghargai orang lain, dan 3) komunikatif, pandai menjalin komunikasi.